Fashion

Happy Siblings Day

 

Saya tidak mengerti cara orang belajar hidup di dunia jika mereka tidak punya saudara kandung. Semua yang saya pelajari mengenai negosiasi, teritorial, hidup berdampingan, ketidaksenangan, perbedaan sifat, dan kasih, di luar ilmu pengetahuan, saya pelajari dari keempat adik saya.”

Anna Quindlen

 

Siblings Days yang biasanya diperingati pada tanggal 10 April adalah suatu hari yang memperingati hubungan antar saudara kandung. Setiap kita yang memiliki Saudara kandung pasti pernah mengalami pertikaian atau pertengkaran, berdebat karena masalah makan malam saja dan masih banyak lagi. Sikap orang tua harus bagaimana yah saat melihat anak-anak bertengkar?
Bagaimana seharusnya peran orang tua saat melihat anak-anaknya bertengkar? Apakah menjadi hakim? atau diam saja dan berharap anak-anak berhasil menyelesaikan masalahnya sendiri?
Sebaiknya orang tua mencoba untuk memberi jarak saat melihat anak-anaknya sedang bertengkar, sebab orang tua mudah sekali terjebak ke dalam perselisihan dan bertindak sebagai hakim, juri, dan eksekutor. Lebih lagi, jika Anda ikut campur, ada kemungkinan Anda merasa tersulut untuk menyalahkan salah satu pihak, sehingga akan membuat keadaan memburuk. Anak-anak akan mengatakan argumen yang menyakitkan, misalnya “Ibu memang lebih sayang dia”, “Ayah tidak pernah mengerti perasaanku”, atau bahkan “Ibu memperlakukan dia dengan lebih baik yah”. Tentu hal ini akan memperburuk keadaan.

 

Mengatasi perselisihan dengan Adil
Ajari anak-anak Anda bernegosiasi dengan baik. Berikan pemahaman bahwa jika berteriak satu sama lain dan mengatakan kata-kata kasar karena tidak suka bukanlah cara yang tepat dalam menyelesaikan masalah. Untuk membantu anak-anak Anda belajar bernegosiasi demi kesepakatan yang memuaskan, ajari dengan cara berikut:


Mengeskpresikan kemarahan kakak atau adik dengan mengawali kalimatnya menggunakan Saya misalnya, “Saya marah karena…”, atau “Saya benci kalau kamu melakukan…” karena anak-anak perlu mengutarakan perasaannya.


Hindari kalimat-kalimat yang di awali dengan kata Kamu, karena dengan kata “kamu” bernada menuduh, menyalahkan, dan tidak menghasilkan jalan keluar seperti “kamu bodoh”.


Hindari penyamarataan. Pernyataan seperti “kamu selalu duduk di kursi” atau “saya tidak pernah mendapat giliran” pada umumnya tidak benar dan jangan perpanjang debat itu. Sama dengan membesar-besarkan masalah yang tidak akan membantu keadaan.


Terarah. Saat berargumen fokuslah pada masalah yang sedang terjadi. Arahkanlah diskusi pada permasalahan yang ada, dan jangan ingat ketidakadilan yang sudah berlalu.

Tuhan Yesus memberkati.


Ditulis oleh:

Imelda Lauran, S.T.