Fashion

Memperbaharui Pikiran Anda

 

Beberapa masalah dengan komputer atau laptop mungkin akan meminta penggunanya untuk mengembalikan gadget itu ke pengaturan awal, direset. Hal ini biasanya terjadi karena beberapa alasan. Misalnya serangan virus, atau kerusakan pada konfigurasi perangkat lunak maupun perangkat keras. Kadang-kadang, satu-satunya solusi adalah dengan mengembalikan komputer atau laptop ke pengaturan awal. Tujuannya jelas, agar gadget kembali berfungsi dengan semestinya. Demikian pula dengan pola piker manusia. Terkadang seiring berjalannya hidup, mulai ada mindset yang eror, yang 'lemot', yang tidak tepat dengan firman Tuhan, yang menyimpang dari kebenaran. Maka dari itu, kita perlu menata ulang atau memperbaharui pola pikir atau cara pandang kita.

Biasanya, sebelum itu terjadi, pola pikir tetap sama, maka tidak ada perubahan signifikan yang terjadi dalam karir dan hidup kita. Bahkan sebelum pikiran kita diperbaharui maka mujizat, terobosan sulit menyapa. Rasul Petrus pernah mengalami ini. Ketika ia sedang berdoa, ia mendapat penglihatan bahwa ada kain lebar turun di hadapannya. Kain itu berisi binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. Kemudian ada suara berkata, “Sembelihlah, makan!” Petrus menjawab bahwa makanan iu haram, ia tidak bisa memakannya. Lalu terdengar suara lagi, “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.” (Kisah Para Rasul 10:15). Ya, hamba Allah itu sudah bertahun-tahun didoktrin, ditanamkan dibenaknya untuk tidak makan makanan haram seperti yang ia lihat. Maka perlu waktu untuk mengubah mindset yang telah mendarah daging tersebut. Untungnya, Petrus peka, cepat belajar sehingga apa yang Allah inginkanlah yang terjadi. Di marketplace atau dunia kerja, Anda pun perlu mengambil waktu untuk me-reset pikiran Anda.

 

Inilah alasan mengapa Anda perlu memperbaharui pikiran Anda:
PIKIRAN ANDA MENENTUKAN SIAPA DIRI ANDA
Amsal 23:7A berkata, “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.” Warren Buffet, orang terkaya di dunia semenjak umur 11 tahun ia meyakini bahwa suatu hari ia pasti bisa menjadi kaya. Bertahun-tahun kemudian, ia benar-benar menjadi kaya. Apa yang ia pikirkan, terjadi. Itulah kekuatan mindset! You are, what you think. Ya, pikiran Anda adalah produk Anda. Pikiran kita entah baik atau pun buruk, hal tersebut akan mempengaruhi tindakan kita. Berpikir tidak bisa, maka seluruh tubuh seolah mendapat pesan dari otak untuk tidak perlu mencoba karena mustahil berhasil. Sebaliknya, berpikir bisa, maka seluruh tubuh akan mengerahkan kekuatannya, jiwa dan fisik kita akan berupaya maksimal sampai apa yang dipikir benar-benar terjadi.

Mari renungkan, bagaimana pola pikir Anda selama ini? Ada orang menginginkan kemajuan, tapi yang ada di kepalanya hanya trauma-trauma masa lalu yang terus direkam. Atau ada pribadi yang mau mengecap hal besar tapi pikirannya terus saja terbayang tentang cara-cara daging dalam berusaha. Karena pola pikirnya kecil, alhasil yang didapat pun begitu. Perbaharuilah itu. Karena pikiran pun ibarat tanah. Semakin dirawat, dijaga, dilempar benih yang positif, maka akan menghasilkan hal produktif. Sebaliknya, jika dibiarkan maka akan ada banyak ilalang, hal-hal liar yang tumbuh dan menghambat kesuksesan Anda.

 

PIKIRAN ANDA PERLU DISEGARKAN KEMBALI
Erick Harvey dan Steve Ventura pernah menulis buku berjudul “Lupakan Demi Kesuksesan”. Mereka berkata, “Otak kita seperti lemari. Kadang-kadang diisi oleh hal-hal yang tidak lagi kita gunakan, hal-hal yang tak pas lagi. Sekali-sekali hal-hal tersebut harus dibersihkan.” Ya, di penghujung season ini, selain kita butuh mengistirahatkan tubuh, mengambil cuti untuk liburan, untuk menyegarkan diri, kita pun perlu menyegarkan pikiran. Mungkin ada hal-hal yang harus Anda lupakan atau buang. Ada peristiwa di bulan-bulan yang lalu, yang kurang menyenangkan, yang perlu kita singkirkan. Jangan kuatir untuk mengosongkan pikiran, memulai dari awal untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Malahan hal ini mesti dilakukan, mengosongkan 'gelas' supaya Tuhan mengisinya dengan anggur yang baru, dengan visi-visi baru, yang lebih besar lagi.

Mundur sejenak, supaya bisa maju tiga langkah, itu pula yang dilakukan banyak orang sukses di dunia ini. Howard Schultz menemukan ide mengembangkan Starbucks setelah ia berjalan-jalan di Milan. Di sana ia melihat banyak gerai kopi yang didirikan di sepanjang pinggir jalan. Dari situ, timbul gagasan baru membuat gerai kopi yang nyaman, tempat orang bisa mengobrol dengan santai. Biasanya sehabis menikmati liburan, ide-ide segar pun segera memenuhi benak kita dan menunggu untuk dieksekusi, bukan? Lebih dari itu, pastikan juga pikiran kita selalu ter-connect dengan hati Tuhan. Maka segala yang baru itu akan mengalir jernih dalam pikiran kita.
“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23).

 

PIKIRAN ANDA PERLU SENANTIASA DIPERBAHARUI MENJADI SEPERTI KRISTUS
Langkah terpenting berikutnya setelah menyegarkan pikiran Anda adalah mengenakan pikiran Kristus. Artinya, bila dulu Anda lebih fokus pada pengejaran profit, materi, resetlah pikiran Anda untuk berfokus kepada perkara-perkara yang rohani, yang bernilai kekal. Einstein berkata, “Hanya orang-orang gila yang mengharapkan hasil berbeda tetapi menggunakan cara-cara yang sama.” Ini bisa berarti bahwa jika Anda tidak mengubah pola pikir Anda, maka tidak ada hasil yang akan Anda dapat. Bahkan bila mindset tidak berubah, usaha Anda bisa mati.

Roma 12:2A berkata, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu.” King James mengatakan, “And be not conformed to this world, but be ye transformed by the renewing of your mind.” Artinya mindset yang benar, ide-ide, hikmat perlu diperbaharui terus-menerus setiap hari. Jadi, tidak cukup hanya dilakukan seminggu sekali, sebaliknya mesti dilatih, dipraktikkan sepanjang hari, selama kita hidup.

Sebab, tantangan di musim yang akan datang akan semakin besar. Anda perlu menyikapi itu dengan paradigma, dengan pikiran yang baru pula. Ini juga berarti, setiap hari Anda dan saya mesti menyamakan pikiran kita dengan pikiran Kristus, selalu berpikir positif, mampu memikirkan orang lain atau tidak egosentris, punya jiwa berkorban, bahkan dapat melihat mujizat sebagai perkara yang mungkin terjadi. “Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.” (I Korintus 2:16).

Tunggu apalagi ambillah waktu untuk me-reset pikiran Anda. (IS)