Fashion

 

MENGAPA BUAH UTUH LEBIH SEHAT DARI PADA JUS

 

Buah yang utuh dapat memberikan nutrisi lebih karena masih memiliki komponen buah yaitu kulit dan daging buah.
Kulit buah utuh seperti anggur telah diteliti memiliki manfaat untuk menurunkan resiko kanker dan membantu memberikan perlindungan dari sinar ultraviolet. Ketika buah diolah menjadi jus maka kulit akan dihilangkan sehingga tidak dapat memberikan manfaat penuh pada jus. Tetapi harus diperhatikan kebersihan kulit buah dari bahan bahan kimianya.


Bagian daging atau pulp pada buah merupakan sumber serat dan nutrisi lainnya. Pada pembuatan jus sering kali terdapat bagian yang dihilangkan. Pada pembuatan jus jeruk. Bagian putih yang menempel pada daging jeruk memiliki kandungan tinggi flavonoid. Bagian daging yang berwarna orange memiliki kandungan vitamin C. Pada pengolahan jus sering kali bagian putih dihilangkan sehingga dalam jus jeruk tidak memiliki kandungan flavonoid.

 

Apakah jus buah tidak sehat?
Hal ini bergantung dengan cara jus buah tersebut diolah dan dikonsumsi.
Jus buah yang dijual di swalayan umumnya memiliki kandungan serat yang rendah. Jus buah dapat meningkatkan kadar gula darah lebih cepat daripada buah utuh dan kadar gula yang didapat dari jus lebih tinggi dari pada kadar gula pada buah utuh.
Jus buah dalam kemasan yang dijual pada swalayan umumnya mengandung sedikit ekstrak buah asli dan mengandung pemanis tambahan. Hal ini dapat menyebabkan tubuh mendapatkan kalori yang tinggi tanpa mendapatkan nutrisi saat mengkonsumsi jus.

 

Bagaimana mendapatkan jus yang sehat?
Pengolahan buah dan sayuran yang dibentuk jus disarankan untuk tidak terlalu banyak menggunakan gula.
Buah dan sayuran yang diblender dan dibuat sendiri dapat memberikan semua nutrisi dalam makanan dan juga serat. Hal ini tidak terlalu menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah. Mungkin masih terdapat sedikit nutrisi atau kandungan yang hilang, namun tidak sebanyak jus yang terdapat dalam kemasa.
Tetapi selama kita masih bisa menguyah dengan baik, tetap lebih disarankan untuk mengkonsumsi buah dan sayur yang segar dan tidak diolah dalam bentuk jus dan pemanasan yang lama dan tinggi, karena selama proses pengunyahan di dalam mulut, enzim-enzim pencernaan sudah mulai bekerja untuk mengambil nutrisinya.

Tuhan Yesus memberkati!

 

dr. Agustina Karianto