Fashion

 

Deteksi Dini dan Pencegahannya

Bulan lalu saya sudah membahas mengenai gejala dan penyebab Kanker Serviks/Kanker Mulut Rahim. Dan kali ini saya akan membahas mengenai cara untuk mendeteksi dini kanker serviks, serta pencegahannya.

Gejala awal terjadinya kanker serviks:
1. Perdarahan melalui vagina (perdarahan kontak)
2. Keputihan bercampur darah dan berbau
3. Gangguan buang air kecil

Setelah muncul gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, dapat dicegah dengan melakukan Skrining.

Apa itu Skrining?
Skrining adalah satu-satunya cara untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker serviks sehingga dapat dengan mudah ditangani. Skrining dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan Pap Smear (yang paling sering dilakukan).

Pap Smear pemeriksan sel permukaan leher rahim sebagai salah satu cara deteksi dini kanker leher rahim, dilakukan oleh wanita yang telah melakukan hubungan seksual dengan syarat selesai haid minimal 3 hari, tidak melakukan hubungan seksual minimal 3 hari, dan tidak sedang menggunakan obat-obatan intravagina. Wanita yang telah aktif secara seksual disarankan untuk melakukan skrining atau deteksi dini kanker serviks baik dengan cara Pap Smear.

 

Pencegahan Kanker Serviks

1. Vaksinasi
Untuk menghindari terkena kanker serviks terdapat cara pencegahan yang saat ini telah dikenal dalam dunia medis secara luas yaitu dengan vaksinasi. Salah satu hal yang menjadi alasan mengapa banyak terjadi kasus kanker serviks di Indonesia adalah karena minimnya pengetahuan mengenai kanker serviks. Sehingga membuat rendahnya kesadaran masyarakat mengenai vaksinasi dari kanker serviks ini.
Vaksinasi HPV merupakan cara yang efektif dalam menghindarkan diri dari penyakit ini. Vaksin tersebut akan berguna untuk meningkatkan performa dari sistem kekebalan tubuh untuk mengenai dan juga menghancurkan virus HPV ketika mulai masuk ke tubuh. Hal ini dappat mencegah terjadinya infeksi pada tubuh akibat terkena virus HPV.

2. Menjaga Perilaku Seks
Cara pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebiasaan perilaku seksual dalam standar yang sehat. Seks dengan berganti-ganti pasangan memicu terjadinya resiko kanker yang tinggi walaupun wanita tersebut sudah divaksin.

 

Ditulis oleh:

dr. Agustina Karianto