Fashion

Menjadi Gereja Yang Berdampak

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu

(Yeremia 29:7)


Shalom,
Kita baru saja merayakan dan memperingati serangkaian hari-hari raya penting yaitu Kebangkitan Tuhan Yesus (Paskah), Kenaikan-Nya ke Sorga dan hari pencurahan Roh Kudus (Pentakosta). Tujuan semua karya Tuhan ini adalah supaya kita menjadi anak-anak Allah dan menjadi gereja-Nya (Tubuh Kristus).

Menjadi gereja-Nya sebagai bagian dari Tubuh Kristus artinya adalah:
1. Kita menjadi tempat kediaman Roh Allah
1 Korintus 6:19, “...tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah ...”
2. Persekutuan orang-orang kudus, dimulai dari keluarga kemudian bersama dengan orang-orang percaya lainnya dimana Tuhan Yesus Kristus menjadi kepala dan menjadi berkat bagi banyak orang.
3. Orang-orang yang telah dimeteraikan oleh Roh Kudus yang akan menerima janji yang telah Tuhan sediakan
2 Korintus 1:22, “…memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.”

Sebagai gereja-Nya kita harus berfungsi seperti yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus sebagai kepala Gereja. Gereja harus memiliki kehidupan yang serupa seperti gambaran Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus. Roma 8:29, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”
Sifat Kristus yang terutama adalah selalu setia untuk melakukan kehendak Bapa-Nya seperti yang Dia katakan dalam Yohanes 4:34, “Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” Ketika kita juga memiliki kerinduan yang sama untuk selalu melakukan kehendak Bapa Sorgawi barulah kita menjadi serupa dengan Kristus.
Kehendak Bapa adalah kita berfungsi sebagai gereja Tuhan yang berdampak. Gereja sebenarnya memegang kunci Kerajaan dimana apa yang kita ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kita lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Mat. 16:18-19, “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
Artinya kita memiliki otoritas dan kuasa ketika kita melakukan kehendak Bapa dalam hidup kita dan menjadi gereja yang berfungsi seperti yang dikehendaki-Nya.
Gereja Tuhan yang mengerti isi hati Tuhan dan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya adalah gereja yang menyenangkan hati Tuhan yang akan memiliki otoritas dan mengalami kuasa-Nya serta menjadi dampak bagi sekelilingnya.
Kunci Kerajaan dan otoritas juga berarti kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Roma 14:17, “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” Kebenaran dihasilkan ketika kita hidup menyenangkan hati Tuhan Tuhan dengan cara melakukan kehendak-Nya dan juga dihasilkan melalui proses-proses yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita. Proses yang menghasilkan kebenaran dan menimbulkan damai sejahtera dan sukacita haruslah kita responi dengan ucapan syukur dan percaya bahwa semuanya itu mendatangkan kebaikan dalam hidup kita.
Ibrani 12:11, “Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.” Memang pada awalnya proses itu mendatangkan dukacita tetapi kemudian proses itu menghasilkan buah kebenaran. Jangan mengeluh tetapi tetaplah mengucap syukur kepada Tuhan. Ketika kita tetap mengucap syukur maka Tuhan akan memulihkan kita dan membuat kita hidup berkemenangan atas setiap masalah dan tantangan dalam proses hidup kita. Apa yang kita tabur itu yang akan kita tuai, apa yang kita tabur dalam ucapan syukur maka berkat ucapan syukur itulah yang akan kita tuai. Kita akan menuai kebaikan Tuhan, penyertaan Tuhan dan kuasa-Nya yang memulihkan hidup kita.
Hari-hari ini jadilah gereja yang berfungsi, yaitu gereja yang terus-menerus menabur yang baik. Taburan yang baik yang akan menjadi berkat bagi banyak orang.

JADILAH GEREJA YANG BERDAMPAK. Amin.



Oleh: Pdt. David Tjakra Wisaksana