Fashion

TAHUN PERMULAAN YANG BARU

Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh,belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun
dan sungai-sungai di padang belantara.(Yesaya 43:19)


Shalom,
Memasuki tahun 2018, Tuhan menuntun kita melalui Gembala Pembina bahwa tahun ini adalah Tahun Permulaan yang Baru. Tuhan minta di tahun permulaan yang baru ini kita mengalami perubahan. Perubahan melalui proses pembentukan yang dilakukan oleh Roh Kudus dalam diri kita menjadi manusia rohani. Kita meninggalkan sifat lama (keinginan daging) dan mulai hidup dalam pimpinan Roh Kudus untuk menghasilkan buah Roh.
Di tahun Permulaan yang baru juga Tuhan akan membuat sesuatu yang baru. Mujizat yang tidak lazim (unusual miracle) yang dialami oleh Ishak dan Elia dimana mereka dipelihara Tuhan dalam masa kekeringan akan Tuhan berikan kepada umat-Nya, sehingga terjadi perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada-Nya dan yang tidak beribadah. Semuanya itu hanyalah untuk kemuliaan Tuhan.
Dikuatkan oleh pesan Tuhan dalam Natal 2017 yaitu “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” (Lukas 1:37) kita akan mengalami banyak hal-hal yang kita tidak mengerti, hal-hal yang melebihi pikiran kita yang terbatas yang Tuhan akan kerjakan dalam kehidupan umat-Nya.

Untuk kita bisa mengalami semua itu, Tuhan memberikan pesan kepada umat-Nya di gereja ini, sbb:
1. Di Tahun Permulaan yang baru ini kita harus lebih mengasihi Tuhan dengan cara kembali kepada kasih yang semula (Wahyu 2:4,5).
Orang yang mengasihi Tuhan dengan kasih semula adalah orang yang akan mengalami kehadiran dan penyertaan Tuhan. Mungkin kita akan mengalami banyak hal yang berat tetapi ketika kita tambahkan huruf “K” yaitu Kristus maka hal yang berat menjadi berkat. Mengasihi Tuhan diekspresikan melalui kasih kepada sesama. Matius 22:37-39 menjelaskan bahwa mengasihi Tuhan sama dengan mengasihi sesama. Tantangan hari-hari ini adalah kasih kebanyakan orang semakin dingin (Matius 24:12), tetapi Roh Kudus memampukan kita mengasihi Tuhan dan sesama melalui Kasih Kristus yang diberikan dengan limpah.

2. Jangan ada keraguan terhadap janji Tuhan.
Yohanes 1:1, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”
Ketika kita menyembah Allah, maka seharusnya kita juga percaya akan Firman-Nya karena Firman itu adalah Allah sendiri. Keragu-raguan menyebabkan kekuatiran. Kekuatiran menyebabkan orang itu berdiri di 2 (dua) sisi dan di 2 (dua) masa, yaitu hari ini dan hari esok (Matius 6:34). Padahal kita tidak berkuasa untuk hari esok, Tuhan-lah yang menguasai kehidupan di hari ini maupun hari esok. Biarlah kita tetap percaya dan teguh memegang janji-Nya karena Tuhan Yesus adalah Allah yang setia dan sanggup menepati janji-Nya.
Penyebab kekuatiran adalah karena kita tidak mengenal Allah (Matius 6:31-32) dan akibat tipu daya kekayaan (Matius 13:22). Itulah sebabnya berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk mengenal Allah (Hosea 6:3) dan menjaga hati dengan segala kewapadaan terhadap ketamakan dan tipu daya dunia. Allah Bapa bahkan telah menyerahkan Kristus buat keselamatan kita, bagaimana mungkin Ia tidak mengaruniakan hal-hal lain dalam hidup orang yang percaya.

3. Belajar menabur.
Galatia 6:7-9, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya... Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”
Apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai. 2 Korintus 9:6, Camkanlah ini: “Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.”
Mazmur 126:5-6, “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.”
Menabur dengan mencucurkan airmata adalah tanda bahwa keadaan orang itu sedang dalam masalah, tetapi ketika tetap mengambil keputusan untuk menabur Tuhan berjanji akan menuai dan pulang sambil membawa berkas-berkasnya dalam keadaan sukacita dan sorak-sorai.

Ketika kita melakukan Pesan Tuhan maka tahun ini akan lebih baik dari tahun yang lalu, Saudara akan mengalami penyertaan Tuhan dan hidup dalam kelimpahan kasih dan anugerah Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin!



Oleh: Pdt. David Tjakra Wisaksana