Fashion

Kehidupan Yang Berbahagia

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihatAllah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” - Matius 5:3-


Shalom,
Pentakosta ketiga adalah sebuah kegerakan Tuhan dimana terjadi pencurahan Roh Kudus dalam skala besar yang akan menghasilkan penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang yang keduakalinya yang sedang terjadi di Indonesia sampai ke bangsa-bangsa dan kita bersyukur bahwa Gembala Pembina kita dipakai Tuhan dalam kegerakan ini. Setiap kegerakan Roh Kudus selalu memiliki tujuan supaya terjadi perubahan di dalam kehidupan setiap orang percaya yang menjadi kesaksian dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus berbicara dalam Yohanes 7:38-39, “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.” Hari ini Tuhan Yesus sudah dimuliakan dan Firman-Nya digenapi yaitu Roh Kudus dicurahkan dalam diri orang percaya. Seperti penglihatan nabi Yehezkiel dalam Yehezkiel 47:1-12 bahwa ada air yang keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci. Setelah menjadi sungai yang tidak dapat diseberangi lagi, Yehezkiel melihat sebuah perubahan yang drastis. Ada kehidupan dari segala makhluk dan pohon-pohon yang berbuah dengan tidak ada habis-habisnya bahkan daunnya menjadi obat. Banyak ikan-ikan di sungai itu seperti di lautan yang besar. Kehidupan terjadi sepanjang sungai itu mengalir.
Ketika Roh Kudus memenuhi hidup kita maka akan terjadi perubahan dan perubahan yang Tuhan inginkan adalah kita memiliki kehidupan yang berbahagia yang tidak pernah berhenti sepanjang hidup kita, yaitu kebahagiaan yang sejati seperti kebahagiaan yang dimiliki oleh Tuhan Yesus di sorga (Yunani: “MAKARIOS”) yang dijelaskan dalam Matius 5:1-12. Khotbah Tuhan Yesus di bukit mengajarkan kebahagiaan yang berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh manusia. Tidak sedikit manusia di muka bumi ini berpikir bahwa kebahagiaan itu datang dari kekayaan, kenikmatan hidup dan kepuasan duniawi. Kebahagiaan yang sejati tidak datang dari dunia, kekayaan atau hal yang fana lainnya. Kebahagiaan yang sejati itu akan kita mengerti dan alami ketika dipenuhi oleh Roh Kudus.
Dalam doa Bapa kami yang tertulis di pasal berikutnya yaitu dalam Matius 6:10 Tuhan Yesus berkata “datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Menegaskan bahwa kebahagiaan yang ada di sorga seharusnya terjadi juga di bumi, dalam kehidupan orang percaya.
Rahasia hidup bahagia tertulis dalam Yesaya 48:18-19, “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku." Damai sejahtera dan kebahagiaan yang sejati tidak akan pernah berhenti mengalir dalam hidup kita seperti gelombang laut yang tidak pernah berhenti ketika kita memperhatikan perintah Tuhan.
Perintah Tuhan yang harus kita perhatikan adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan mengasihi sesama kita seperti kita mengasihi diri sendiri, seperti yang tertulis dalam Matius 22:37-40, Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
KASIH itu harus penuh dalam hati kita dan kita praktekkan dalam hidup sehari-hari. Dalam bahasa Mandarin kata KASIH diterjemahkan sebagai sikap bersahabat yang dihasilkan dari hati yang berada dibawah naungan Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus yang menjadi satu dengan roh kita. Kata bahagia diterjemahkan sebagai hati yang terbuka. Kuncinya ada di hati kita, ketika hati kita beres dan terbuka kita bisa menerima diri sendiri, semua keadaan dan semua orang di sekeliling kita.
Bagaimana kita tetap memiliki hati yang beres dan terbuka sehingga kita bisa mengalami kebahagiaan sejati? Roh Kudus yang dimateraikan dalam hati kita yang akan memelihara hati kita tetap beres dan terbuka. Hanya ketika kita kembali kepada Tuhan Yesus dan memberikan kesempatan kepada Roh Kudus maka kita bisa membereskan hati kita. Tuhan akan memenuhi hati kita dengan KASIH AGAPE yaitu kasih yang tidak dipengaruhi oleh keadaan dan kasih yang memberi dan melepaskan pengampunan, maka kita akan mengalami kebahagiaan yang sejati.
Hal yang akan terjadi berikutnya tertulis dalam Matius 5:13-14, "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.” Setelah kita hidup dalam kebahagiaan yang sejati maka kita akan menjadi garam dan terang dunia yang berarti kita menjadi kesaksian bagi dunia ini.

Tuhan Yesus memberkat


Oleh: Pdt. David Tjakra Wisaksana