Fashion

Perubahan Menuju Pembaharuan

“Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” (Kolose 1:27)


Shalom,
Tuhan menghendaki Gereja Tuhan di Rayon 2 ini mengerti panggilan kita masing-masing di hadapan Tuhan dan memampukan kita untuk hidup memuliakan Tuhan.
Bagaimana cara hidup yang memuliakan Tuhan?

1. Kita harus mengerti tujuan hidup kita sebagai orang percaya
Tujuan hidup orang percaya adalah menjadi serupa dengan Kristus. Tuhan mengutus Roh Kudus-Nya untuk tinggal dalam kita dan mengubah diri kita menjadi semakin serupa dengan Kristus. Sebagai orang percaya, kita mampu berubah karena peranan dan kuasa Roh Kudus.
Proses menjadi serupa dengan Kristus adalah melalui ibadah. Perjalanan hidup kita adalah ibadah. Ibadah adalah sarana pelatihan Roh Kudus setiap hari yang mengubah gaya hidup dan karakter sehingga menjadi semakin serupa dengan Kristus. Ibadah kita berhubungan erat dengan sikap hati, pola pikir dan perkataan kita. (Kol. 3:23-24)
Melalui ibadah, Tuhan mengajar kita untuk semakin mengenal Dia dan kehendak-Nya. Dalam Yohanes 17:21-23 dijelaskan bahwa bukti kita mengenal Allah adalah dengan menjaga kesatuan, dimulai dari kesatuan suami-isteri dalam pernikahan sampai kepada kesatuan Tubuh Kristus. Tujuan kesatuan adalah supaya dunia tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah yang diutus menjadi jalan keselamatan bagi umat manusia. Mengenal Allah juga membuat kita rindu mengenal dan hidup dalam jalan-jalan-Nya. Galatia 1:10, Ibadah adalah usaha kita untuk mengejar hadirat Tuhan dan melakukan apa yang disukai oleh Tuhan. Ibadah membuat kita menjauh dari kehidupan lama dan daya tarik dunia.

2. Kita harus hidup dalam kehendak Tuhan pada zaman ini
Contoh: Melalui seorang wanita yang datang mengurapi Tuhan Yesus dengan minyak narwastu yang mahal dan sangat harum, Tuhan Yesus menyatakan bahwa apa yang diperbuat oleh wanita itu menyenangkan hati-Nya karena itulah yang dibutuhkan Tuhan Yesus sebagai persiapan-Nya menjalani penderitaan salib untuk keselamatan manusia. Perbuatan wanita ini menyentuh hati Tuhan Yesus dan menyebabkan Tuhan Yesus memberikan perintah kapanpun Injil diberitakan segala yang diperbuat wanita ini juga harus diberitakan.
Ketika kita intim dengan Tuhan maka kita akan mengerti hati Tuhan. Kita akan mengerti apa yang menyenangkan hati-Nya sehingga ketika kita melakukan kehendak-Nya kita akan memperkenankan hati Tuhan. Jangan mencari perkenanan dan hormat dari manusia, tapi kejarlah perkenanan Tuhan.
Dalam ibadah, kita juga mengerti apa yang tertulis dalam Yesaya 43:4 dan Yesaya 63:9, yaitu bahwa kita berharga di mata Tuhan bahkan dikatakan Tuhan sendiri yang turun menyelamatkan kita bukan duta atau utusan.

Oleh sebab itu, jagalah nilai kita di hadapan Tuhan. Sadari betapa berharganya kita di hadapan-Nya dan kita akan hidup benar dan memuliakan nama-Nya.
Jadilah jemaat yang senantiasa memuliakan Tuhan dan memberi dampak kepada orang-orang yang ada disekeliling kita.

Tuhan Yesus memberkati, Amin.


Oleh: Pdt. David Tjakra Wisaksana