Fashion

KEGERAKAN PENTAKOSTA MEMBAWA PERUBAHAN

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” - Roma 12:2


Shalom,
Hari-hari ini kita memasuki masa yang disebut dengan Kegerakan Pentakosta. Kegerakan Pentakosta adalah masa di mana terjadinya pencurahan Roh Kudus seperti yang dijanjikan dalam Yoel 2:28, "Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia...”. Pesan Tuhan melalui Gembala Pembina menyatakan bahwa kegerakan Pentakosta yang terjadi di masa ini disebut dengan Pentakosta yang ketiga. Melalui Empowered21Asia yang telah dilaksanakan pada tanggal 17-20 Juli 2018 yang lalu, Tuhan menyatakan bahwa Pentakosta yang ketiga telah dimulai. Roh Kudus dicurahkan dengan luar biasa, lawatan Tuhan begitu ajaib bagi setiap yang hadir. Hamba-hamba Tuhan menyampaikan pesan Tuhan yang kuat tentang Pencurahan Roh Kudus di era Pentakosta yang ketiga dan penuaian jiwa yang terbesar dan terakhir sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang kedua-kalinya. Api pentakosta kembali menyala-nyala dan dibawa sampai ke bangsa-bangsa.


Pencurahan Roh Kudus harus dialami oleh setiap orang percaya. Orang percaya yang dipenuhi dengan Roh Kudus akan mengalami perubahan di dalam kehidupannya. Perubahan ini harus terjadi supaya kita bisa mencapai manusia yang seutuhnya yaitu menjadi sama seperti gambaran Anak-Nya yaitu Tuhan Yesus Kristus (Roma 8:29). Perubahan ini dimulai dari manusia roh kita dan semuanya dikerjakan oleh Roh Kudus.


Perhatikan perkataan Tuhan Yesus dalam Yohanes 7:38-39, “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.” Tuhan Yesus sedang berbicara mengenai Roh Kudus dan menggambarkan Roh Kudus seperti aliran-aliran air hidup yang mengalir dari dalam hati orang yang dipenuhi Roh Kudus. Roh Kudus lah yang mengerjakan perubahan dalam kehidupan kita.


Perubahan yang dikerjakan oleh Roh Kudus dijelaskan dalam Yehezkiel 47:1-12.
Yehezkiel 47:1, “Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.” Yehezkiel melihat sebuah aliran air yang keluar dari ambang Bait Suci yang melambangkan pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita. Ketika aliran air itu menjadi sebuah sungai yang tidak dapat diseberangi lagi maka Tuhan menyuruh Yehezkiel kembali menyusuri tepi sungai dan melihat apa yang terjadi. Tuhan mengubah kegersangan menjadi kehidupan. Kemana air itu mengalir semuanya menjadi hidup. Ikan-ikan yang besar berlimpah melambangkan berkat Tuhan berlimpah. Sepanjang tepi sungai itu banyak pohon yaitu pohon buah-buahan yang bisa menjadi makanan dan daunnya menjadi obat. Hal ini terjadi ketika Roh Kudus dicurahkan dan bekerja dalam kehidupan kita. Artinya ketika Roh Kudus memenuhi hidup kita maka kehidupan kita akan dipulihkan dan diubahkan.


Perubahan dalam hidup memang bukan sesuatu yang mudah. Tetapi Roh Kudus berkuasa untuk melakukan perubahan itu dalam diri kita melampaui apa yang bisa kita pikirkan, seperti yang tertulis dalam Efesus 3:19, “...dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.”


Perubahan pertama yang Roh Kudus lakukan seperti yang tertulis dalam Roma 12:2, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Perubahan pertama dalam hidup kita adalah perubahan dalam jiwa kita. Dalam jiwa kita ada pikiran, perasaan dan kehendak. Pikiran kita harus diubahkan terlebih dulu barulah terjadi perubahan-perubahan yang lainnya. Seringkali yang menghambat rencana Tuhan digenapi dalam hidup kita adalah pikiran kita yang membatasi. Pikiran manusia seperti benteng-benteng yang menghalangi pekerjaan Roh Kudus dan seperti kubu yang menentang pengenalan akan Allah seperti yang tertulis dalam 2 Korintus 10:4-5, “...karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.”


Tantangan pertama yang dihadapi oleh Yosua dan bangsa Israel ketika mulai memasuki tanah Perjanjian adalah tembok Yerikho. Sebuat tembok yang besar dan kuat yang menghalangi perjalanan bangsa Israel memasuki tanah Perjanjian. Tembok Yerikho ini melambangkan tembok-tembok penghalang yang ada dalam pikiran manusia.


Perubahan itu harus terjadi dalam jiwa dan pikiran kita. Cara berfikir kita harus berubah dengan cara menaruh pikiran Kristus dalam pikiran kita. Filipi 2:5, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”. Taklukkan pikiran kita kepada Kristus dan taruh pikiran dan perasaan Kristus dalam diri kita. Pikiran Kristus adalah ketaatan kepada kehendak Bapa dan kesediaan merendahkan diri-Nya dengan cara melepaskan keilahian-Nya, mengambil rupa seorang manusia dan taat sampai mati di kayu salib. Hal ini menjadikan rencana keselamatan Bapa untuk umat manusia bisa digenapi secara sempurna dalam diri Tuhan Yesus.


Ketika kita mengalami perubahan dalam pola berpikir dan memiliki pikiran yang sama seperti pikiran Kristus melalui pekerjaan Roh Kudus dalam diri kita maka segala rencana Bapa akan digenapi dalam hidup kita. Amin. Tuhan Yesus memberkati!


Oleh: Pdt. David Tjakra Wisaksana